Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Digital Campaign, Cara dan Gunanya untuk Bisnis

Judulnya aga serem ga sih? engga ya? oh mungkin karena temen-temen udah pada khatam sama yang namanya dunia Digital, tapi seberapa sering dari temen-temen disini yang sudah melakukan kampanye (campaign) digital. Kayak apa sih Digital Campaign, Cara dan Gunanya untuk bisnis?

Digital Campaign


Dari namanya kayak keren-keren gimana gitu ya, padahal mah Serem. ehe~

Layaknya sebuah kampanye presiden, kampanye digital juga dilakukan dalam tempo tertentu (memiliki jangka waktu). Dalam mensukseskan sebuah kampanye kita perlu melakukan berapa hal, yap! salah satu dan duanya adalah Iklan dan Endorsement.

Baca Juga : Cara Google RankBrain menentukan Ranking #1 untuk websitemu

Tapi Digital Campaign ga melulu ngiklan dan endorsement ya, banyak hal yang bisa kita lakukan didalam sebuah digital campaign.
Beberapa Contoh Digital Campaign

  • Kuis/Games/Contest Berhadiah

  • Giveaway

  • Endorsement

  • Iklan (Paid Promote)

  • Testimonial

  • Video Review

  • Story Telling

  • Webseries

  • dsb. (belum kepikiran yang lain, karena banyak banget)



"Gunanya Digital Campaign apa tuh kak?" Tanya seorang pembaca dalam hati. karna kalo sambil ngomong ntar kaya orang gila dong ngomong sendiri.


Digital Campaign atau Kampanye digital tujuan utamanya adalah meningkatkan brand awareness atau branding. Sementara yang dimaksudkan dengan brand awareness adalah kemampuan calon pembeli atau konsumen untuk mengenali maupun mengingat sebuah merek.
Dalam hal ini konsumen kita paksa untuk mengingat nama, gambar/ logo, atau bahkan slogan tertentu yang dimiliki atau digunakan oleh Brand/Perusahaan untuk mempromosikan produk-produknya.

Lah kok pake kuis-kuis segala?!


Ya itu bedanya, kalo di offline kita bisa bikin Brand Activation dengan jadi sponsor sebuah acara, bisa membuat acara sendiri, atau bahkan membeli booth di acara musik lalu melakukan Flyering, Memasang Iklan di Billboard dan Spanduk, Sebar-sebar poster, pasang iklan di videotron, joget-joget di lampu merah, bikin flashmop di mall Atau bahkan bisa sesimple bagi-bagi sticker.

Baca Juga : Alasan Mengapa Bisnis Perlu Memiliki Website

Digital Campaign beda, karena yang kita targetkan serta media promosinya pun juga beda. Digital Campaign sering di anak tirikan oleh bisnis owner, karena  dirasa tidak ada dampaknya bagi sebuah brand/perusahaan.

"Iya, Bener Tidak Berdampak!" - Ujar Salah satu Bisnis Owner yang baca




 

Itu mah karena kamu mengukurnya dengan langsung melihat dari tingkat penjualan setelah melakukan digital campaign, padahal misi utamanya adalah untuk meningkatkan awareness. sama aja kaya kamu flyering di jalan, belum tentu orang itu balik dan langsung beli kan?

Yang bikin orang bertahan dengan cara-cara konvensional adalah promosi konvensional lebih nyata karena bertemu dengan target pasar. padahal secara logika makin sulit kita menemukan calon customer yang benar-benar menjadi target market kita secara spesifik.

Baca Juga : Cara Riset Keyword di era Google RankBrain (Tips SEO 2018)

Flyering, bisa jadi lebih random daripada dengan aktivasi online seperti iklan di social media. karena di flyering kita tidak dapat mengukur berapa banyak orang berinteraksi dengan media promosi kita.

 

Keunggulan Digital Campaign adalah biayanya lebih terjangkau, ditambah lagi data dari interaksinya bisa diukur, tak jarang malah disediakan oleh pihak penyedia iklan berupa halaman analytic yang berisi statistik (instagram, facebook, google).

[caption id="" align="aligncenter" width="700"]Tampilan Google Analytic Google Analytic [via][/caption]

"Oke, jadi aku absen dulu Branding offline lalu beralih ke branding online aja semua budgetnya" Ujar Bisnis Owner


Waduh, ya ga gitu juga bray. Jujur, ini pernyataan yang sering aku terima ketika teman-teman bisnis owner sharing mengenai digital campaign. Kekurangan kita sepertinya karena kita ini terlalu "saklek" mungkin juga efek dari metode belajar kita saat bangku sekolah dulu.

 

Pokoknya jawaban yang benar itu A, yang jawaban B itu salah. makanya kita dituntut menghafal jawaban yang benar. aku dulu awal-awal belajar juga begitu, namun setelah beberapa kali salah dalam mengambil keputusan, akhirnya aku putuskan untuk lebih fleksible.

"lha terus piye karepmu?" - Ujar dalam bahasa jerman yang artinya kurang lebih, lah terus mau mu gimana?


Promosi Offline dan Online adalah sebuah kombinasi yang Ciamik dan Mutakhir jaman ini. Jadi dikombinasikan aja, jangan dihilangkan. karena target pasar kita itu bisa saja tidak semuanya terjangkau hanya dengan menggunakan promosi online. bisa jadi akan lebih optimal jika dilakukan promosi offline.

"Budget meledak dong, gimana sih?"


hehe, sekali lagi, ini balik ke pilihan temen-temen. karena dalam mengembangkan sebuah bisnis tentu kita harus sungguh-sungguh kan? hal ini kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam sebuah kegiatan promosi. karena pasti ada segment yang belum terjangkau.

Oke, sampai sini apakah ada pertanyaan?

Pada artikel berikutnya aku bakal bahas 3 fase dalam digital campaign.

Apakah Artikel Ini Bermanfaat?

Ayo, Dukung Mas Lanang supaya rajin ngonten bikin Tips and Trik atau artikel seputar ✅Digital Marketing, ✅SEO, ✅Desain, ✅Sosial Media

Lanang Agung
Lanang Agung Spesialis Ngulik semua hal yang berhubungan dengan kombinasi Visual dan Internet seperti, UI / UX Design, Development, Graphic Design, Photography, Video Editing dan Internet Marketing sejak 2009.