Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

#RamadhanBercerita - DAY 5 - Jadi Muslim 10 Hari!

Halo, selamat datang di blog saya, dalam program menulis intensif #RamadhanBercerita. kini #RamadhanBercerita telah masuk di hari yang kelima. dimana kita telah melewati 4 hari. (matematikaku pinter nggak ?) iya, agak bingung sih mau bahas apa pada hari kelima ini, tambah lagi teman-teman lain sudah masuk ke hari yang ke 6. biarlah memang mereka itu golongan dakwah Muhammadiyah. selalu lebih cepat, atau mereka ini golongan partai pembela Mantan Wakil Presiden kita Jusuf Kalla? dimana beliau punya motto "Lebih Cepat Lebih Baik" ?

Banyak kemungkinan yang bisa kita munculkan, bahkan dari semua kemungkinan yang muncul, bisa jadi tidak ada yang cocok. kebanyakan ngawur. ngawur crispy (plesetan gagal)

karena ini masih dalam bulan ramadhan, saya akan bahas soal pengalamanku waktu kecil. dimana aku lebih memilih untuk pindah agama karena uang. uang galak gampil. galak gampil adalah adat jawa (yang saya ketahui) dimana orang-orang tua memberikan lembaran uang-uang yang masih baru, uang yang masih bau pabrik duit. uang yang pada waktu kita terima, hangatnnya itu masih terasa, uang yang fresh from oven.

pada saat lebaran saya biasa liburan kerumah nenek, kebetulan saat itu bertepatan dengan libur kenaikan kelas, jadi saya dirumah nenek sebulan penuh. singkat cerita H-10 lebaran telah tiba, semua orang ribut dengan attribut masing-masing. atribut apa? bukan baju gamis, syal hijau, dan bendera bertuliskan huruf arab, bukan. tapi segala sesuatu yang dapat membuat muka kita tampak manis, tanpa dosa. ehm, saya lupa menjelaskan, bahwa walaupun saya kristen, tapi nenek (dari ibu) dan saudara-saudara lainnya itu beragama muslim. saat itu adat keluarga kami untuk memberi galak gampil adalah memilih anak-anak yang taat beragama dan tidak nakal. pada saat itu umurku masih 10 tahun, aku pertama kalinya menerima uang galak gampil, pada saat itu juga nenekku memberi tahuku bahwa yang boleh menerima galak gampil hanyalah orang yang beragama muslim. "astaga" kataku dalam hati. "aku nggak mau kehilangan uang buat beli plestesen (playstation. red)" lanjutku. "kalau kamu mau, kamu musti jadi anak yang sholeh " kata nenekku bercanda. memang diusia yang tergolong masih muda, apalagi belum akil baliq. semua candaan orang dewasa itu kita anggap sebuah ancaman yang serius. candaan nenekku itu sebuah ancaman besar, kalau nggak soleh aku nggak dapet uang. maka batal sudah aku beli playstation. tiap hari aku merenung.

Lebaran
Pagi ini aku bangun lebih awal, semangat mandi, dan ganti baju. tanpa ragu aku ambil baju gamis pemberian nenekku dan kopyah punya almarhum kakekku, dalam hati aku berkata, "yap! aku siap sholat ied". JRENGGG JREEENNGG!! entah semangat dari mana, hari ini aku ikut om dan tante pergi ke masjid terdekat untuk menjalankan sholat ied. saat itu aku pikir shalat hanyalah sebuah gerakan tunduk, membungkuk, dan sujud saja, ternyata ada doa juga yang diucapkan. jadi pada waktu itu aku ikuti gerakan jamaah masjid yang sangat kusyuk menjalankan sholat ied. cukup lama, badan terasa pegal, nggak apa-apa, demi uang galak gampil dan playstation.. dengan sabar aku mengikuti gerakan-gerakan shalat. sampai pada akhirnya shalat pun selesai, dan kami kembali ke rumah nenek. dirumah nenek kami makan banyak sekali makanan khas lebaran, mulai dari opor ayam, ketupat, lontong sayur, dan masih banyak lagi.. saudara-saudara dari jauh mulai berdatangan, uang galak gampil mulai masuk kedalam kantongku.. seribu, lima ribu, lima puluh ribu.. "waaahh banyak sekali, aku cukup sholeh ternyata" kataku dalam hati.

acara hari itu berakhir, dan kini giliran nenek yang memberi kami cucu-cucunya galak gampil. kami berbaris dengan rapi, seperti warga yang menanti BLTS. aku mendapat antrian yang terakhir, dengan harapan mendapat uang yang lebih banyak. ketika sampai digiliranku, aku memang mendapat uang yang lebih banyak, tapi nenek menggendongku dan berkata kepadaku, "leee, yen mung njaluk galak gampil, ora usah dadi muslim.. rioyo (lebaran) iku duduk wek'e wong muslim tok, rioyo iku wek'e wong kabeh. intine awak dewe seneng-seneng bareng, bagi-bagi berkat bareng. mengko yen natalan mbah melu kok lee... jenenge wae umat manungso, kawargo negoro Indonesia lan akeh budoyo lan agomo, kudu saling menghormati,lee.. duhh, lucune putuku.."

*translate:
nak, kalau mau minta galak gampil (uang), nggak usah jadi muslim, hari raya lebaran itu bukan hanya milik orang muslim saja, tapi semua orang boleh menikmati semaraknya lebaran (hari kemenangan). pokoknya lebaran ini (dihari yang fitri ini) kita semua sukacita bersama (merayakan kemenangan), bagi-bagi berkat sukacita. nanti natalan nenek juga ikut kok, namanya aja umat manusia, berwarga negara indonesia yang banyak budaya dan agama, harus saling menghormati,nak.. aduh cucuku ini lucu...

mungkin kata-kata nenekku tadi sudah bisa jadi konklusi untuk artikel kali ini. jumpa lagi di #RamadhanBercerita6. bye-bye..

Apakah Artikel Ini Bermanfaat?

Ayo, Dukung Mas Lanang supaya rajin ngonten bikin Tips and Trik atau artikel seputar ✅Digital Marketing, ✅SEO, ✅Desain, ✅Sosial Media

Lanang Agung
Lanang Agung Spesialis Ngulik semua hal yang berhubungan dengan kombinasi Visual dan Internet seperti, UI / UX Design, Development, Graphic Design, Photography, Video Editing dan Internet Marketing sejak 2009.